www.AlvinAdam.com

WARTA 24 KALIMANTAN TENGAH

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bercampur Lahar Hujan, Wisata Kali Unda Bali Pikat Pelancong

Posted by On 02.49

Bercampur Lahar Hujan, Wisata Kali Unda Bali Pikat Pelancong

Bercampur Lahar Hujan, Wisata Kali Unda Bali Pikat Pelancong Reporter:

Bram Setiawan (Kontributor)

Editor:

Nunuy Nurhayati

Sabtu, 2 Desember 2017 14:25 WIB
Bercampur Lahar Hujan, Wisata Kali Unda Bali Pikat Pelancong

Objek Wisata Sungai Unda Bali. (TEMPO/BRAM SETIAWAN)

TEMPO.CO, Klungkung - Obyek wisata dam Kali Unda di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung dipadati pengunjung. Meskipun aliran air bercampur lahar hujan, pengunjun g menikmati suasana tersebut untuk swafoto.

Baca: NTT Tampil Beda, Kembangkan Wisata Padang Ternak untuk Pelancong

"Saya penasaran lihat di Facebook dan Instagram pengen lihat (lahar hujan) langsung," kata Ida Bagus Panji Antara, 25 tahun, pengunjung dari Desa Peliatan, Ubud saat berkunjung ke obyek wisata Kali Unda, Jumat, 1 Desember 2017.

Kedatangan Panji ke obyek wisata dam Kali Unda saat ini adalah kali ketiga. "Waktu kondisi jernih saya pernah cuci muka. Kalau sekarang ya cuma mau lihat-lihat saja," ujarnya.

Saat Tempo berkunjung ke obyek wisata dam Kali Unda masih tercium bau belerang. Namun tidak terlalu pekat. Aliran air di sebelah utara yang menuju ke area persawahan sudah tertutup. Tampak endapan lumpur cukup tebal di dasar aliran tersebut.

Momentum tersebut menarik perhatian pengunjung, Ida Ayu Dewi Silawati, 46 tahun. Dewi sengaja datang dari Denpasar menuju Klungkung untuk melihat langsung a liran lahar hujan di sungai Unda. Ia juga menyempatkan diri untuk merendam kakinya di aliran sungai kemudian berfoto.
"Saya mau lihat dan merasakan langsung, karena kita kan enggak tahu kapan lagi bisa lihat momen ini," tuturnya.Pengunjung berfoto di aliran obyek wisata dam sungai Unda, Klungkung yang dialiri lahar hujan, Jumat, 1 Desember 2017. (TEMPO/BRAM SETIAWAN)

Wisata dam Kali Unda sebelum bercampur lahar hujan biasanya dikunjungi untuk mandi atau sekadar berswafoto. Petugas obyek wisata dam sungai Unda, I Nengah Mudiasa, 27 tahun, menjelaskan aliran di Kali Unda diketahui bercampur lahar hujan pada Senin, 27 November. Saat itu pukul 06.00 Wita, Mudiasa terkejut melihat laju aliran air yang lambat serta berwarna gelap.

"Air kental seperti lumpur, bau belerang sangat pekat. Saya lihat banyak ikan yang mati," kata Mudiasa.

Menurut dia sudah empat hari kunjungan di obyek wisata dam sungai Unda meningkat. "Sehari bisa dikunjungi hampir 200 orang," ucapnya.

Ia menjelaskan sebelum air Kali Unda bercampur lahar hujan, jumlah kunjungan Kali Unda biasanya berkisar 100 orang per hari. Obyek wisata tersebut buka mulai pukul 08.00 sampai 18.00 Wita. "Sampai sekarang juga masih banyak pengunjung turis asing dan lokal yang penasaran mengamati lahar (hujan)," katanya.

BRAM SETIAWAN

Terkait
  • Layanan Airbnb di Indonesia Dinikmati 880 Ribu Orang

    Layanan Airbnb di Indonesia Dinikmati 880 Ribu Orang

    1 hari lalu
  • Gunung Agung Meletus, Menteri Arief Yahya: RI Kehilangan Rp 9 T

    Gunung Agung Meletus, Menteri Arief Yahya: RI Kehilangan Rp 9 T

    1 hari lalu
  •  Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi

    Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi

    3 hari lalu
  • Gunung Agung Erupsi, Gubernur Bali Sebut List Kebutuhan Mendesak

    Gunung Agung Erupsi, Gubernur Bali Sebut List Kebutuhan Mendesak

    3 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Libur Akhir Tahun, Catat Daftar Soto Enak di Nusantara Ini

    Libur Akhir Tahun, Catat Daftar Soto Enak di Nusan tara Ini

    2 hari lalu
  • NTT Tampil Beda, Kembangkan Wisata Padang Ternak untuk Pelancong

    NTT Tampil Beda, Kembangkan Wisata Padang Ternak untuk Pelancong

    2 hari lalu
  • Liburan Akhir Tahun ke Ternate, Jangan Lupa Beli Olahan Rempah

    Liburan Akhir Tahun ke Ternate, Jangan Lupa Beli Olahan Rempah

    4 hari lalu
  • Yang Sedang di Solo, Yuk Merapat ke Lereng Lawu Berburu Durian

    Yang Sedang di Solo, Yuk Merapat ke Lereng Lawu Berburu Durian

    4 hari lalu
  • Foto
  • Menikmati Pesona Wisata di Kepulauan Seribu

    Menikmati Pesona Wisata di Kepulauan Seribu

    6 jam lalu
  • Ribuan Orang Hadiri Reuni 212 di Monas

    Ribuan Orang Hadiri Reuni 212 di Monas

    6 jam lalu
  • Mengenal Kerajikan Perak Kotagede Yogyakarta

    Mengenal Kerajikan Perak Kotagede Yogyakarta

    8 jam lalu
  • Kemeriahan Grebeg Gunungan Maulud di Keraton Solo dan Yogyakarta

    Kemeriahan Grebeg Gunungan Maulud di Keraton Solo dan Yogyakarta

    20 jam lalu
  • Video
  • Sail Sabang Promosikan Keindahan Wisata Bahari kepada Dunia

    Sail Sabang Promosikan Keindahan Wisata Bahari kepada Dunia

    4 jam lalu
  • Pasca Banjir, Goa Pindul di Yogyakarta Tutup 3 Hari

    Pasca Banjir, Goa Pindul di Yogyakarta Tutup 3 Hari

    2 hari lalu
  • Usai Dilanda Banjir, Guru di Sekolah ini Gelar Kelas Lesehan

    Usai Dilanda Banjir, Guru di Sekolah ini Gelar Kelas Lesehan

    4 hari lalu
  • Bandara Changi Putar Kisah Cinta Peranakan Singapura

    Bandara Changi Putar Kisah Cinta Peranakan Singapura

    5 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Menyantap Kuliner Warisan Peranakan di Little Hong Kong Indonesia

  • 2

    Jalan-jalan di Musim Hujan, Apa Kata Dua Travel Blogger Ini?

  • 3

    Bercampur Lahar Hujan, Wisata Kali Unda Bali Pikat Pelancong

  • Fokus
  • Andi Narogong Sebut Rapat E-KTP Digelar di Rumah Setya Novanto

    Andi Narogong Sebut Rapat E-KTP Digelar di Rumah Setya Novanto

  • Jalan Berliku Menanti OK Otrip Besutan dari Anies   -Sandi

    Jalan Berliku Menanti OK Otrip Besutan dari Anies-Sandi

  • Anies Baswedan Hibahkan 360 M ke PGRI, Pegiat Pendidikan Protes

    Anies Baswedan Hibahkan 360 M ke PGRI, Pegiat Pendidikan Protes

  • Menakar Amukan Gunung Agung

    Menakar Amukan Gunung Agung

  • Terkini
  • Bercampur Lahar Hujan, Wisat   a Kali Unda Bali Pikat Pelancong

    Bercampur Lahar Hujan, Wisata Kali Unda Bali Pikat Pelancong

    3 jam lalu
  • Menyantap Kuliner Warisan Peranakan di Little Hong Kong Indonesia

    Menyantap Kuliner Warisan Peranakan di Little Hong Kong Indonesia

    21 jam lalu
  • Jalan-jalan di Musim Hujan, Apa Kata Dua Travel Blogger Ini?

    Jalan-jalan di Musim Hujan, Apa Kata Dua Travel Blogger Ini?

    22 jam lalu
  • Jejak Beteng Warnai Grebeg Maulud Yogyakarta    Tahun Ini

    Jejak Beteng Warnai Grebeg Maulud Yogyakarta Tahun Ini

    1 hari lalu
  • Sail Sabang Dorong Pertumbuhan Wisata Indonesia-Malaysia-Thailand

    Sail Sabang Dorong Pertumbuhan Wisata Indonesia-Malaysia-Thailand

    1 hari lalu
  • Wisata Religi akan Dikembangkan di Palau Mansinam Manokwari

    Wisata Religi akan Dikembangkan di Palau Mansinam Manokwari

    2 hari lalu
  • Libur Akhir Tahun, Catat Daftar Soto Enak di Nusantara Ini

    Libur Akhir Tahun, Catat Daftar Soto Enak di Nusantara Ini

    2 hari lalu
  • Jupiter Aerobatic Team akan Bermanuver di Sail Sabang 2017

    Jupiter Aerobatic Team akan Bermanuver di Sail Sabang 2017

    2 hari lalu
  • NTT Tampil Beda, Kembangkan Wisata Padang Ternak untuk Pelancong

    NTT Tampil Beda, Kembangkan Wisata Padang Ternak untuk Pelancong

    2 hari lalu
  • Sepekan Ini Ada Pameran Lukisan dan Keris di Kota Pekalongan

    Sepekan Ini Ada Pameran Lukisan dan Keris di Kota Pekalongan

    2 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Hari-Hari Penting Dunia dan Libur Nasional di Desember 2017

    Siap merencanakan kesibukan di akhir tahun sesuai hari-hari penting dunia dan libur nasional pada bulan Desember 2017.

    Sumber: Google News | Warta 24 Klungkung

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »