www.AlvinAdam.com

WARTA 24 KALIMANTAN TENGAH

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Polri Akan Kejar Pelaku dan Perusahaan Pembunuh Orangutan di ...

Posted by On 17.08

Polri Akan Kejar Pelaku dan Perusahaan Pembunuh Orangutan di ...

Petugas Kesehatan dari Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng membius 12 Orangutan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/8). Pembiusan itu guna keperluan pelepasliaran orangutan tersebut ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng. ANTARA FOTO/Ronny NT/aww/17.Ronny NT Petugas Kesehatan dari Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng membius 12 Orangutan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/8). Pembiusan itu guna keperluan pelepasliaran orangutan tersebut ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng. ANTARA FOTO/Ronny NT/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri akan mengejar para pelaku pembunuhan orangutan yang kerap meresahkan di Kalimantan Tengah. Bahkan, termasuk perusahaan yang mendanai aksi keji pembunuhan orangutan tersebut.

"Pasti dikejar. Pokoknya yang melakukan satu perbuatan pidana apalagi terhadap binatang yang dilindungi," kata Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Kamis (25/1/2018).
Menurut Ari, pembunuhan orangutan tersebut menjadi perhatian dunia internasional. Karenanya, Polri takkan tinggal diam membiarkan para pelakunya berkeliaran.

"Itu kan menjadi perhatian dunia. Perhatian dunia terhadap binatang yang dilindungi (orangutan) besar sekali. Kalau kami tidak bertindak nanti kami akan dikecam," kata dia.

Baca juga : Orangutan yang Mati di Kalahien Itu Korban Berondongan 17 Peluru Senapan Angin

Sebuah jasad orangutan yang terapung di Sungai Barito, Desa Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Senin (15/1/2018) lalu ditemukan.

Daftar penemuan jasad orangutan

Penemuan jasad orangutan itu menambah panjang daftar dugaan pembunuhan orangutan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah.

Sebelum peristiwa di Kalahien itu, ada temuan 10 kasus dugaan pembunuhan orangutan dengan korban diduga puluhan primata yang dilindungi undang-undang itu sejak 2011 lalu.

Baca juga : Belum Terungkap, 11 Kasus Pembunuhan Orangutan di Kalimantan Tengah

Data ini dihimpun Centre for Orangutan Protection (COP), bekerja sama dengan Orangutan Foudantion International (OFI) Pangkalan Bun, dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Palangka Raya.

Temuan pertama terjadi pada 21 Agustus 2011 di wilayah perkebunan PT STP, Kabupaten Seruyan. Ditemukan 3 tengkorak orangutan yang berserakan dalam satu titik lokasi. Namun, kasus ini tidak berlanjut pada proses h ukum.

Kemudian pada 26 Januari 2013, kasus serupa terjadi di perkebunan PT KHS, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

Ditemukan satu mayat orangutan di PT KHS. Sayangnya warga lokal yang menemukan malah dituntut balik oleh perusahaan dengan pasal pencemaran nama baik.

Baca juga : Kuburan Orangutan di Kalahien Akan Digali untuk Diotopsi

Selanjutnya pada 1 Maret 2013, ditemukan kuburan di area konsesi perkebunan PT KHS di Tumbang Talaken, Kabupaten Gunung Mas, oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan BOSF.

Kemudian, pada 26 Maret 2013, COP bersama tim dari Friend of National Park Foundation (FNPF) menemukan dua tengkorak orangutan di Kecamatan Kumai, di kawasan PT BLP, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kalu, pada 28 Maret 2013, COP menemukan satu mayat orangutan.

"Kami datang kembali ke lokasi bersama tim SPORC Kalteng pada 9 September 2013 dan mayat orangutan sudah hi lang. Kasus tidak berlanjut," tutur Ramadhani.

Pada 4 Desember 2014, satu orangutan liar jantan dibawa oleh staf PT SISK di Kabupaten Kotawaringin Timur ke BOSF dalam kondisi sekarat, luka parah dan lemah. Tulang lengan dan kaki orangutan itu keluar menembus kulit karena patah. Di dalam tubuhnya juga terdapat 40 butir peluru senapan angin.

Selanjutnya, di kawasan PT WSSL, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, ditemukan 4 bangkai orangutan dengan kondisi berbeda dari beberapa titik pada 16 September 2015.

Pada titik pertama dan kedua, dua bangkai tinggal tengkorak dan tulang belulang. Di lokasi ketiga, bangkai orangutan masih utuh dengan keadaan dibungkus dengan terpal biru. Sedangkan bangkai terakhir tinggal bulu dan tulang.

Pada November 2015, ditemukan sejumlah tengkorak orangutan yang sudah menghitam di bantaran Sungai Mangkutub Kabupaten Kapuas.

Temuan kasus ini kemudian membuat BOSF melakukan rescue besar-besaran, dengan memindahkan 79 ora ngutan di wilayah tersebut ke areal hutan yang lebih aman.

Di lokasi yang sama kemudian pada Januari 2016, ditemukan satu orangutan jantan liar mati mengapung di Sungai Mangkutub. Terdapat luka bekas tombak di dada orangutan itu.

Lalu pada 28 Januari 2017. Ditemukan orangutan mati dengan cara mengenaskan di lingkungan PT SP, Desa Tumbang Puroh, Kabupaten Kapuas.

Dalam kasus itu, satu orangutan jantan dewasa ditembak, dimasak, dan dimakan. Kasus berjalan secara hukum dengan 2 terdakwa.

Berita Terkait

Langkis, Bayi Orangutan ke-18 yang Diterima Nyaru Tahun Ini

Cinta Lestari, Nama Anak Oran gutan Pemberian Ridwan Kamil

5 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen Kalimantan

Dikira Manusia, Bangkai Orangutan Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai

Terkini Lainnya

Terlibat Aksi Perampokan, Mantan Bintang Disney Masuk Bui

Terlibat Aksi Perampokan, Mantan Bintang Disney Masuk Bui

Internasional 26/01/2018, 08:02 WIB PKB Pakai Cara 'Door to Door' Kampanyekan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul

PKB Pakai Cara "Door to Door" Kampanyekan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul

Regional 26/01/2018, 07:59 WIB Kisruh Pengadaan Lift yang Berujung Dicoretnya Anggaran Renovasi Rumdin Gubernur

Kisruh Pengadaan Lift yang Berujung Dicoretnya Anggaran Renovasi Rumdin Gubernur

Megapolitan 26/01/2018, 07:53 WIB Menerka Penyebab Robohnya 'Box Girder' LRT di Pulogadung

Menerka Penyebab Robohnya "Box Girder" LRT di Pulogadung

Megapolitan 26/01/2018, 07:45 WIB Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!

Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!

Edukasi 26/01/2018, 07:43 WIB Perjuangan Para Korban Memaafkan dan Berdamai dengan Pelaku Teror...

Perjuangan Para Korban Memaafkan dan Berdamai dengan Pelaku Teror...

Nasional 26/01/2018, 07:39 WIB RS National Hospital Surabaya Pecat Perawat yang Melecehkan Pasien

RS National Hospital Surabaya Pecat Perawat yang Melecehkan Pasien

Regional 26/01/2018, 07:36 WIB Berita Terpopuler: Kemungkinan Unifikasi Dua Korea, hingga Pemutaran Film di India Rusuh

Berita Terpopuler: Kemungkinan Unifikasi Dua Korea, hingga Pemutaran Film di India Rusuh

Internasional 26/01/2018, 07:35 WIB Nasib Salipudin, Dua Kakinya Membusuk dan Dikira Sudah Jadi Mayat

Nasib Salipudin, Dua Kakinya Membusuk dan Dikira Sudah Jadi Mayat

Regional 26/01/2018, 07:26 WIB Soal Lahan Pondok Kelapa, dari Proyek Rusunami, Apartemen, hingga Jadi Mangrak

Soal Lahan Pondok Kelapa, dari Proyek Rusunami, Apartemen, hingga Jadi Mangrak

Megapolitan 26/01/2018, 07:16 WIB Di NTB, Kemungkinan Dana Kampanye dari Bandar Narkoba Jadi Sorotan

Di NTB, Kemungkinan Dana Kampanye dari Bandar Narkoba Jadi Sorotan

Regional 26/01/2018, 07:08 WIB BMKG: Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Jabodetabek dari Pagi hingga Malam

BMKG: Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Jabodetabek dari Pagi hingga Malam

Megapolitan 26/01/2018, 06:53 WIB Seorang Bocah Perempuan Tewas Terseret Arus Saat Berenang di Sungai

Seorang Bocah Perempuan Tewas Terseret Arus Saat Berenang di Sungai

Regional 26/01/20 18, 06:50 WIB Tiga Tersangka Kasus Suap APBD Jambi Akan Segera Disidang

Tiga Tersangka Kasus Suap APBD Jambi Akan Segera Disidang

Nasional 26/01/2018, 06:15 WIB Prosesi Pernikahan Gubernur Kalteng dengan Gadis 25 Tahun Asal Jateng

Prosesi Pernikahan Gubernur Kalteng dengan Gadis 25 Tahun Asal Jateng

Regional 26/01/2018, 06:15 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kotawaringin Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »