Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau tak Berteduh di Bawah Pohon - Warta 24 Kalimantan Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau tak Berteduh di Bawah Pohon

Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau tak Berteduh di Bawah Pohon

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan akan terjadi cuaca ekstrem hujan lebat dalam beberapa hari ke depan di wilayah …

Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau tak Berteduh di Bawah Pohon

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan akan terjadi cuaca ekstrem hujan lebat dalam beberapa hari ke depan di wilayah Jawa Barat. Dimana, disertai dengan angin kencang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak berteduh dibawah pohon saat hujan lebat tengah turun.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di wilayah Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Sukabumi Selatan, Cianjur, Bandung, Garut, Purwakarta.

Selain itu juga di wilayah Subang, Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Potensi angin kencang di Bogor, Bandung, Sukabumi, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Purwakarta, Pangandaran dan Indramayu.

"Angin kencang diperkirakan akan terjadi pada sore hi ngga malam hari. Kilat dan petir juga berpotensi terjadi saat cuaca ekstrem," katanya, Selasa (28/11). Pihaknya mengimbau masyarakat tidak berlindung di bawah pohon.

Ia menuturkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jabar, banjir bandang dan longsor di daerah yang berpotensi terjadi hujan lebat.

Menurutnya, bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di perairan atau laut, diimbau lebih waspada terhadap perubahan kondisi cuaca di laut yang secara tiba-tiba yang disebabkan adanya pengaruh awan cumulonimbus.

"Nelayan tradisional diimbau menunda aktivitas penangkapan ikan sampai gelombang laut kembali normal," ungkapnya.

Tony mengatakan seluruh daerah di Jabar berpotensi mengalami hujan lebat diikuti dengan angin kencang dan puting beliung. Sebabnya, ada tekanan rendah di selatan Jawa mengakibatkan area belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Serta timbulnya aliran masa udara basah dari barat yang menyebabkan kondisi udara di sekitar Jabar menjadi tidak stabil.

Sumber: Google News | Warta 24 Pangandaran

Tidak ada komentar