Meski Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Tak Akan Naikkan Iuran - Warta 24 Kalimantan Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Meski Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Tak Akan Naikkan Iuran

Meski Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Tak Akan Naikkan Iuran

KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehata…

Meski Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Tak Akan Naikkan Iuran

Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama lembaga dan kementerian terkait masih terus mengkaji strategi untuk mengatasi defisit keuangannya. D iharapkan hal ini bisa diterapkan dalam jangka panjang.

BPJS Kesehatan memastikan, meski saat ini mengalami defisit dengan angka perkiraan mencapai Rp 9 triliun, namun pihaknya tak akan menaikkan iuran.

Baca juga : Defisit BPJS Kesehatan Diperkirakan Capai Rp 9 Triliun Tahun Ini

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menyebutkan, salah satu yang diwacanakan adalah pelibatan peserta BPJS mendanai biaya perawatan (cost sharing) untuk delapan jenis penyakit yang butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi (katastropik).

Delapan jenis penyakit katastropik yang dimaksud adalah jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia, dan hemofilia.

Namun dia menegaskan hal itu baru sekadar wacana dan belum masuk dalam proses pembahasan.

Baca juga: BPJS Kesehatan Masih Bisa Survive, Kuncinya Optimalkan Pajak Dosa

"Delapan itu masih dalam referensi akademik, jadi belum masuk dalam proses pembahasan lebih lanjut. Tentunya itu harus dibahas lebih komprehensif di lintas kelembagaan. Itu perlu proses kan untuk melakukan assessment dan simulasi," kata dia, saat dihubungi Kompas.com pada Senin (27/11/2017).

Nopi menyebutkan, alternatif mekanisme yang dibahas merujuk pada praktik pembiayaan program jaminan sosial di negara-negara lain yang telah berpengalaman selama puluhan tahun. Sehingga Indonesia bisa belajar dari hal tersebut.

Kondisinya untuk program BPJS Kesehatan saat ini ada tiga pilihan, yaitu menaikkan iuran, mengurangi benefit, atau pemerintah menyiapkan dana tambahan untuk menutup kekurangan iuran. Nopi memastikan, BPJS Kesehatan tidak akan mengambil pilihan pertama dan kedua yang dianggap akan membebani masyarakat.

"Untuk jangka panjang, tentunya kami mengkaji potensi-potensi baik dari sisi pendapatan maupun penerimaan tadi bisa kami optimalkan. Apakah n anti pembiayaan yang ditanggung pemerintah itu di-sharing dengan pemerintah daerah, apakah masuk dalam variabel pajak dosa rokok misalnya," tutur Nopi.

Baca juga : Dirut BPJS Kesehatan: Berita 8 Penyakit Tidak Ditanggung BPJS adalah Hoaks

Semua kajian dan kemungkinan itu masih dibahas lebih lanjut. Untuk saat ini, Nopi menjamin program BPJS Kesehatan yang sudah berjalan akan tetap dibiayai 100 persen tanpa pengecualian.

"BPJS Kesehatan menjamin sampai dengan sekarang pembayaran itu 100 persen. Masyarakat tetap tenang," ujar dia.

Kompas TV Beragam persoalan terkait layanan pasien program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS mengemuka di sejumlah daerah.

Berita Terkait

Direktur BPJS Kesehatan Jelaskan Soal Defisit Rp 9 Triliun

Strategi BPJS Kesehatan untuk Pulih dari Defisit

Atasi Defisit, BPJS Kesehatan Ajukan Skema "Cost Sharing" bagi Peserta

Bantah Isu yang Beredar, BPJS Kesehatan Pastikan Tetap Jamin Biaya 8 Penyakit

Terkini Lainnya

Kadin: Kehadiran Pemerintah Sangat Penting

Kadin: Kehadiran Pemerintah Sangat Penting

Makro 27/11/2017, 14:00 WIB Stabilkan Harga, Bulog Akan Suplai Bahan Pokok ke Pasar Tradisional dan Ritel Modern

Stabilkan Harga, Bulog Akan Suplai Bahan Pokok ke Pasar Tradisional dan Ritel Modern

Makro 27/11/2017, 13:33 WIB Erupsi Gunung Agung, Pemesanan Hotel di Bali Menurun

Erupsi Gunung Agung, Pemesanan Hotel di Bali Menurun

Bisnis 27/11/2017, 13:18 WIB Kadin Sebut Indonesia Alami Deindustrialisasi

Kadin Sebut Indonesia Alami Deindustrialisasi

Makro 27/11/2017, 12:37 WIB BPJS Kesehatan: 'Cost Sharing' Kajian untuk Jangka Panjang

BPJS Kesehatan: "Cost Sharing" Kajian untuk Jangka Panjang

Makro 27/11/2017, 12:05 WIB Menghindari Persepsi Pengampunan Pajak Permanen di Masyarakat

Menghindari Persepsi Pengampunan Pajak Permanen di Masyarakat

Makro 27/11/2017, 11:47 WIB Meski Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Tak Akan Naikkan Iuran

Meski Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Tak Akan Naikkan Iuran

Makro 27/11/2017, 11:27 WIB Perusahaan Kosmetik Korea Selatan Bidik Pasar Muslim

Perusahaan Kosmetik Korea Selatan Bidik Pasar Muslim

Bisnis 27/11/2017, 11:11 WIB 'BPJS Kesehatan Masih Bisa 'Survive', Kuncinya Optimalkan Pajak Dosa'

"BPJS Kesehatan Masih Bisa 'Survive', Kuncinya Optimalkan Pajak Dosa"

Makro 27/11/2017, 10:37 WIB Tak Terdeteksi Abu Vulkanik, Bandara Lombok Kembali Dibuka

Tak Terdeteksi Abu Vulkanik, Bandara Lombok Kembali Dibuk a

Rilis 27/11/2017, 10:17 WIB Pertamina Patra Niaga Kembali Paparkan Kegiatan CSR

Pertamina Patra Niaga Kembali Paparkan Kegiatan CSR

Rilis 27/11/2017, 10:10 WIB Ini Manfaat Bendungan Kuningan bagi Masyarakat Sekitar...

Ini Manfaat Bendungan Kuningan bagi Masyarakat Sekitar...

BrandzView 27/11/2017, 10:01 WIB Erupsi Gunung Agung, Australia Batalkan Semua Penerbangan ke Bali

Erupsi Gunung Agung, Australia Batalkan Semua Penerbangan ke Bali

Bisnis 27/11/2017, 09:43 WIB Gebrakan Menteri Susi Diakui Dunia

Gebrakan Menteri Susi Diakui Dunia

Makro 27/11/2017, 09:32 WIB Gunung Agung Meletus, Malaysia Airlines Batalkan Penerbangan ke Bali

Gunung Agung Meletus, Malaysia Airlines Batalkan Penerbangan ke Bali

Bisnis 27/11/2017, 09:27 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Bogor

Tidak ada komentar