Polisi Kejar Guru Debus yang Celakakan 14 Warga Tangerang - Warta 24 Kalimantan Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Polisi Kejar Guru Debus yang Celakakan 14 Warga Tangerang

Polisi Kejar Guru Debus yang Celakakan 14 Warga Tangerang

KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Ilustrasi. Peserta karnaval memperlihatkan kemampuan debus pada malam pergantian tahun menuju 2013 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Sel…

Polisi Kejar Guru Debus yang Celakakan 14 Warga Tangerang

Ilustrasi. Peserta karnaval memperlihatkan kemampuan debus pada malam pergantian tahun menuju 2013 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2013). Karnaval tersebut diikutii oleh warga dari berbagai Provinsi dan kalangan siswa di Jakarta.KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Ilustrasi. Peserta karnaval memperlihatkan kemampuan debus pada malam pergantian tahun menuju 2013 di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2013). Karnaval tersebut diikutii oleh warga dari berbagai Provinsi dan kalangan siswa di Jakarta.

TANGERANG, KOMPAS.com - Polisi mengejar guru ilmu kebal atau debus yang me ncelakakan 14 warga Desa Rawa Kopi, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten, Kamis (23/11/2017) lalu.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya korban dalam praktik ilmu kebal tersebut, petugas langsung diterjunkan untuk mendatangi lokasi dan mencari tahu keberadaan guru ilmu kebal yang ternyata telah melarikan diri.

Polisi, kata Harry, telah menggeledah sebuah rumah kontrakan di Desa Rawa Kopi yang dijadikan tempat tes ilmu kebal. Polisi juga telah meminta keterangan 14 orang korban dan telah mengantongi ciri-ciri guru debus tersebut.

Baca juga : Percaya pada Guru Debus, 14 Warga Tangannya Melepuh Usai Cuci Tangan di Air Keras

"Sudah diperintahkan untuk menangkap guru debus yang telah mencelakakan para muridnya," ujar Harry saat dikonfirmasi, Senin (27/11/2017).

Harry mengatakan, dari keterangan para korban, guru tersebut meminta 14 muridnya untuk men cuci tangan di dalam rendaman air keras untuk mengetes ilmu yang telah dipelajari selama sepekan.

Baca juga : Festival deBus Banten 2014 Segera Digelar

Rasa sakit akibat air keras baru dirasakan sekitar satu jam setelah mencuci tangan di air keras. Sebanyak 14 orang itu kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang oleh warga sekitar.

"Satu jam kemudian mereka merasakan sakit yang luar biasa karena tangan-tangan mereka seperti terbakar sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan," kata Harry.

Debus sejatinya merupakan kesenian bela diri dari Banten yang mempertunjukkan kemampuan manusia, seperti kebal terhadap senjata tajam atau api, atau mampu minum air keras.

Berita Terkait

Protes Intimidasi terhadap Warga Dolly, Mbah Gimbal Gelar Aksi "Debus"

Debus dan Pencak Silat Akan Ramaikan HUT ke-72 TNI

Kesenian Debus dan Pencak Silat Ramaikan HUT ke-72 TNI

Terkini Lainnya

Kini, Ada 6.000 Meter Pedestrian Jalan di Semarang

Kini, A da 6.000 Meter Pedestrian Jalan di Semarang

Regional 27/11/2017, 19:01 WIB Kepala UPT Monas Apresiasi Ketertiban Acara Tausiah Kebangsaan

Kepala UPT Monas Apresiasi Ketertiban Acara Tausiah Kebangsaan

Megapolitan 27/11/2017, 18:57 WIB Anggota Komisi IX Sebut 'Cost Sharing' BPJS Kesehatan Langgar UU

Anggota Komisi IX Sebut "Cost Sharing" BPJS Kesehatan Langgar UU

Nasional 27/11/2017, 18:52 WIB Agenda Pertama Paus Fransiskus: Bertemu Panglima Militer Myanmar

Agenda Pertama Pau s Fransiskus: Bertemu Panglima Militer Myanmar

Internasional 27/11/2017, 18:50 WIB Tentara Korsel Pasang Puluhan 'Loud Speaker' di Perbatasan, Buat Apa?

Tentara Korsel Pasang Puluhan "Loud Speaker" di Perbatasan, Buat Apa?

Internasional 27/11/2017, 18:47 WIB Januari 2018 'Shelter' bagi Warga Kampung Akuarium Mulai Dibangun

Januari 2018 "Shelter" bagi Warga Kampung Akuarium Mulai Dibangun

Megapolitan 27/11/2017, 18:47 WIB Pilkada Jatim, Peluang Khofifah Ditaksir Lebih Besar Daripada Gus Ipul

Pilkada Jatim, Peluang Khofifah Ditaksir Lebih Besar Daripada Gus Ipul

Nasional 27/11/2017, 18:40 WIB Kasus Helikopter AW101, Mantan KSAU Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan

Kasus Helikopter AW101, Mantan KSAU Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan

Nasional 27/11/2017, 18:37 WIB Tentara Perang Dunia II Baru Dikenali Setelah 74 Tahun Meninggal

Tentara Perang Dunia II Baru Dikenali Setelah 74 Tahun Meninggal

Internasional 27/11/2017, 18:35 WIB Satgas Pamtas Temukan Dua Ladang Ganja di Papua

Satgas Pamtas Temukan Dua Ladang Ganja di Papua

Regional 27/11/2017, 18:32 WIB Liput Asian Games, China Minta Lahan 1.000 Meter di JCC

Liput Asian Games, China Minta Lahan 1.000 Meter di JCC

Olahraga 27/11/2017, 18:32 WIB Giliran Komunitas Hijaber Jogja Dukung Cak Imin

Giliran Komunitas Hijaber Jogja Dukung Cak Imin

Regional 27/11/2017, 18:25 WIB Aziz Syamsuddin Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi Meringankan Novanto

Aziz Syamsuddin Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi Meringankan Novanto

Nasional 27/ 11/2017, 18:19 WIB Politisi Golkar Nilai Elektabilitas Turun sebagai Suara Batin Publik

Politisi Golkar Nilai Elektabilitas Turun sebagai Suara Batin Publik

Nasional 27/11/2017, 18:19 WIB Samad: Dapat Sketsa, Seharusnya Mudah Temukan Penyerang Novel Baswedan

Samad: Dapat Sketsa, Seharusnya Mudah Temukan Penyerang Novel Baswedan

Nasional 27/11/2017, 18:18 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Tangerang

Tidak ada komentar