Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung Maut - Warta 24 Kalimantan Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung Maut

Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung Maut

Selasa 28 November 2017, 10:17 WIB Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung Maut Dony Indra Ramadhan - detikNews Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahy…

Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung Maut

Selasa 28 November 2017, 10:17 WIB Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung Maut Dony Indra Ramadhan - detikNews Reaksi Kapolda Jabar Soal Perkelahian Pelajar Berujung MautFoto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom Bandung - Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto angkat bicara soal sejumlah kasus perkelahian antarpelajar berujung maut. Agung meminta guru lebih ekstra memerhatikan anak didik.
"Kepala sekolah dan gurunya itu harus tahu. Hal seperti itu bisa saja merupakan budaya, masa enggak tahu," ucap Agung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/11/2017).
Agung menyebut persoalan perkelahian pe lajar berujung maut tidak bisa diselesaikan sendiri oleh polisi. Menurut dia perlu penanganan juga dari pihak sekolah yang menjadi rumah kedua bagi siswa.
"Sebetulnya kalau diserahkan ke kepolisian enggak bisa selesai. Kalau gurunya open, bisa diingatkan. Ada konseling kan diingatkan supaya tidak terjadi," kata dia.
"Kalau nanti kita periksa gurunya ternyata ada pembiaran, bisa kena pasal pembiaran itu," ujar Agung menambahkan.
Sepanjang November 2017 ini terjadi tiga kasus perkelahian melibatkan anak bawah umur di Jabar. Perkelahian antarpelajar itu mengakibatkan korban tewas.
Insiden maut pertama terjadi Sukabumi. Nyawa Rayhan Jamal (17) tak terselamatkan saat menjalani penanganan medis. Siswa kelas III SMK Lodaya Sukabumi itu luka parah terkena bacokan senjata tajam di bagian paha akibat terlibat tawuran Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (17/11).
Peristiwa kedua b erlangsung di Kabupaten Bogor. Pelajar SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (24/11), terlibat duel hingga satu siswa berinisial ARS tewas karena sabetan celurit.
Insiden ketiga terjadi di Banjaran Kabupaten Bandung. AR (11) berkelahi dengan AM (11) di Lapang Sepakbola SDN Ciapus 2 Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/11). Perkelahian itu mengakibatkan AM tewas. Polisi sudah mengamankan AR. Pihak keluarga AM menolak autopsi.
(bbn/bbn)Sumber: Google News | Warta 24 Kabupateni Sukabumi

Tidak ada komentar