WARTA 24 KALIMANTAN TENGAH

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Marwah Natal 'Talang Akar'

Posted by On 14.14

Marwah Natal 'Talang Akar'

SEORANG juru bor asal Skotlandia yang bekerja untuk Stanvac bernasib sial. Ia tidak bisa merayakan libur Natal bersama keluarga. Perintah perusahaan untuk menghentikan pengeboran tak kunjung tiba. Kantor pusat sudah tutup.

Tukang bor itu tetap harus bekerja di tengah hutan tropis, di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Tempat kerja yang jauhnya ribuan kilometer dari keluarga. Tukang bor dibayar berdasarkan kedalaman lubang yang berhasil ditembus. Lantaran bekerja sambil melamun, membayangkan hangatnya berkumpul dengan keluarga di Eropa, mata bornya terus menusuk kedalaman bawah tanah. Makin dalam menembus lapisan tanah kecepatan bor biasanya menurun karena terhalang lapisan bebatuan yang keras. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tukang bor itu baru tembus kedalaman 5 meter piranti kerjanya sudah menyentuh lapisan lunak. Si tukang bor, karena kecepatan mulai tak terkendali, mematikan mesin. Ia mengamati lumpur di permukaan lubang bor.

Orang Skotlandia itu tak menyangka, empuknya pengeboran karena mata bor telah menyentuh lapisan pasir---di dunia geologi disebut lapisan Talang Akar. Guna mengenang kejadian luar biasa yang tidak disengaja, di tempat si tukang bor bekerja, dibangun tugu peringatan. ’Order to the field to stop drilling were delayed by holiday season.’ Masyarakat setempat, sebagaimana dikisahkan Rhenald Kasali, penulis buku Reinventing (2016), menyebutnya Tugu Borenam atau Sumur Talang Akar 6.

Di perut bumi wilayah eksplorasi itu tersimpan cadangan minyak bumi yang menjadikan Stanvac sebagai salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Lapisan Talang Akar itu menjadi referensi terkenal di dunia geologi. Talang Akar, pada masa jayanya, mampu menghasilkan minyak mentah 10.000-20.000 barel minyak perhari.

Minyak menyulap wajah desa Talang Akar. Air dan listrik dialirkan gratis ke rumah-ruma h penduduk. Desa yang dulunya murung menjadi riuh dan benderang. Stanvac, seminggu sekali membagikan susu dan obat-obatan. Perusahaan bermarkas di New Jersey, Amerika Serikat itu juga membangun rumah sakit.

Pada 1995, ketika produksinya mulai menurun, pengusaha Arifin Panigoro membeli Stanvac dengan harga premium. Nama perusahaan lalu diganti PT Ekspan Sumatra. Banyak kalangan menyesali keputusan pemilik Grup Medco membeli Stanvac sangat mahal. Yang dibeli Arifin Panigoro ternyata bukan ladang minyak melainkan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang eksplorasi. Medco lalu siap mengelola ladang-ladang minyak di manapun.

***

Dengan mengebor kedalaman lima meter saja, sambil melamun pula, seorang juru bor mampu menemukan cadangan minyak yang kala itu dianggap terbesar di Indonesia. Hari Raya Natal, setiap akhir tahun, diperingati umat Kristiani di seluruh dunia. Natal, berarti kelahiran, memang identik dengan kegembiraan dan kebar uan. Perayaan ini selalu disambut dengan penuh suka cita karena satu paket dengan liburan akhir tahun.

Aktivitas keseharian hidup manusia yang penuh tekanan dan ketidakpastian sepintas memang tidak berkaitan dengan spiritualitas dan perkara rohani. Kendati demikian, justru dalam perkara-perkara duniawi itulah manusia bisa menemukan pengalaman-pengalaman keilahian. Pinanggih Gusti ing sembarang kalir. Tuhan bisa ditemukan dalam rutinitas harian. Pekerja keras yang tekun dari Skotlandia itu jangan-jangan tidak sedang melamun dipagut rindu pada keluarga melainkan berdoa di tengah kesibukan bekerja.

Ia menyampaikan apa-apa saja yang sedang dialaminya kepada Tuhan: keputusasaan, kesedihan, kepanikan, harapan, kegembiraan, dan kelegaan. Doa, menurut GP Sindhunata, SJ, penulis buku, Dari Jurang yang Dalam (2014), membuat manusia tidak merasa sendirian. Terutama ketika sedang merasa letih, lesu, dan berbeban berat. Dalam konteks itulah doa bersifat pribadi. Bukankah doa itu maknanya percakapan pribadi dengan Tuhan?

Doa bernada ratapanpun sesungguhnya mengandung perasaan syukur yang mendalam. Bahkan doa mereka yang sedang terbaring sakitpun bercampur dengan penyerahan total. Sementara, doa kegembiraan dan syukurpun tidak lepas dari kekhawatiran dan kesadaran betapa rapuhnya manusia. Agar Tuhan senantiasa menjaga bila manusia sedang terjerumus ke dalam keputusasaan dan kesedihan. Inilah marwah sekaligus tuah Natal Talang Akar.

(J Sumardianta. Guru SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu 23 Desember 2017)

Sumber: Google News | Warta 24 Murung Raya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »