Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ... - Warta 24 Kalimantan Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ...

Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ...

Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ATM ke Sungai. Rupanya Isi ATM Segini Dalam kesaksiannya, keduanya sama-sama mengaku menerima kartu ATM berisi…

Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ...

Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ATM ke Sungai. Rupanya Isi ATM Segini

Dalam kesaksiannya, keduanya sama-sama mengaku menerima kartu ATM berisi uang dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

Waduh! Panik Ada OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang Kartu ATM ke Sungai. Rupanya Isi ATM SeginiDirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (kiri) meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Selasa (29/8/2017). Antonius Toni Budiono diperiksa perdana oleh KPK pascapenahanan sebagai saksi dalam kasus suap terkait perijinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Hubla tahun 2016-2017 dengan tersangka Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/17.(ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A)

TRIBUN TIMUR.COM - Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Mauritz H M Sibarani, dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Pulang Pisau, Otto Patriawan, menjadi saksi terkait kasus suap yang menimpa Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Adi Putra Kurniawan.

Mauritz dan Otto memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/12/2017). Dalam kesaksiannya, keduanya sama-sama mengaku menerima kartu ATM berisi uang dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

Keduanya juga sama-sama mengaku telah membuang kartu ATM pemberian dari Adi Putra Kurniawan tersebut.

Keduanya panik setelah mendengar operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya takut saja. Waktu dengar OTT baru saya buang," kata Otto kepada jaksa KPK.

Dalam persidangan, Otto mengaku membuang kartu ATM ke sungai. S ementara Mauritz tidak dapat mengingat di mana kartu ATM tersebut dibuang.

Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut, Mauritz HM Sibarani saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/12/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut, Mauritz HM Sibarani saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/12/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) ()

Pada Juli 2017, menurut Mauritz, Adi Putra menyerahkan kartu ATM Bank Mandiri kepadanya.

Menurut Mauritz, Adi Putra mengatakan bahwa pemberian uang Rp 88 juta di dalam rekening bank tersebut sebagai bantuan untuk kepindahan dirinya ke Surabaya, Jawa Timur.

Sementara itu, menurut Otto, pada Juni 2016, Adi Putra mendatanginya dan menyerahkan kartu ATM berisi saldo Rp 800 juta.

Meski demikian, Otto baru menggunaka n uang Rp 200 juta dari kartu ATM tersebut.

Halaman selanjutnya 1234
Editor: Sakinah Sudin Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Janda Kaya Raya Mengaku Bangga Sudah Ditiduri 100 Pria Beristri, Begini Alasannya Sumber: Google News | Warta 24 Pulang Pisau

Tidak ada komentar